Mandul! UPTD Wasnaker Wil I Sumbar Dituding Biarkan Proyek di Padang Tanpa K3

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Sumbar – suaramasyarakat.com // Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek infrastruktur di Kota Padang diduga kuat hanya formalitas. Hal ini menyusul lumpuhnya pengawasan dari UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan (Wasnaker) Wilayah I Sumatera Barat.

Fungsi kontrol negara yang seharusnya melekat pada UPTD Wasnaker dinilai tidak berjalan, sehingga pelanggaran K3 dibiarkan tanpa penindakan.

Di lapangan, banyak proyek berjalan tanpa Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) dan tanpa laporan awal kegiatan, padahal hal itu wajib sesuai SKB Menaker dan MenPU No. KEP.174/MEN/1986 dan No. 104/KPTS/1986.

Akibatnya, kelayakan mesin, instalasi listrik, dan alat berat seperti excavator, crane, dan loader tidak pernah diuji. Sesuai aturan, alat berat berisiko tinggi wajib memiliki Surat Keterangan (Suket) laik K3 melalui mekanisme riksa uji. Tanpa itu, alat berat ilegal bebas beroperasi di tengah pekerja.

Baca Juga :  Bahas Percepatan Infrastruktur, Bupati Armia Terima Kunker Kementrian PU

Kepala UPTD Wasnaker Wil I, Harri Trisna, mengakui pihaknya kesulitan menghadapi kontraktor yang tidak kooperatif.

“Selama ini belum ada pelaporan dari pihak penyedia ke UPTD Wasnaker terkait proyek di Kota Padang. Kami sudah berupaya mendatangi lokasi proyek, tetapi tidak pernah berjumpa dengan penanggung jawabnya. Pihak rekanan terkesan menghindari petugas pengawas,” ujar Harri, Rabu (22/9).

Baca Juga :  Polresta Cirebon Gelar Patroli Gabungan Skala Besar untuk Ciptakan Situasi Kamtibmas Kondusif

Meski memiliki kewenangan PPNS Ketenagakerjaan, UPTD tidak mengeluarkan Nota Pemeriksaan, penyegelan alat, maupun penghentian proyek.

Harri berdalih keterbatasan anggaran dan personel. UPTD Wil I yang membawahi 5 daerah (Kota Padang, Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai) hanya diperkuat 15 pengawas.

“Jangan beri kami beban kerja yang berlebihan, karena anggaran untuk itu tidak ada,” keluhnya.

Kondisi ini membuat hak keselamatan pekerja konstruksi di Kota Padang terancam di area kerja yang rawan kecelakaan fatal.*

(Joey London & Riki Caem)

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru