Morut, Sulteng — suaramasyarakat.com // Program ketahanan pangan di Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, mulai berjalan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan serius akibat musim kemarau yang berpotensi mengganggu aktivitas pertanian dan menghambat pencapaian target produksi pangan masyarakat.
Kondisi tersebut disampaikan Danramil 1311-05/Mori Atas, Kapten CKM Imron Gorigi, saat ditemui Kaprawil Sulawesi di Kantor Koramil Mori Atas, Senin (14/9/2026).
Imron mengatakan, program ketahanan pangan telah mulai dilaksanakan, tetapi sektor pertanian di wilayah tersebut kini menghadapi kendala akibat kondisi cuaca.
“Program ketahanan pangan sudah mulai berjalan. Hanya saat ini sedang musim kemarau di pertanian daerah ini,” ujarnya.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan program ketahanan pangan di Mori Atas masih dipengaruhi kondisi alam.
Jika tidak diantisipasi, keterbatasan air selama musim kemarau dapat menekan produktivitas pertanian dan berpotensi mengganggu target peningkatan produksi pangan masyarakat.
Selain persoalan cuaca, pelaksanaan program Koperasi Merah Putih di wilayah Mori Atas juga belum sepenuhnya rampung. Imron menyebut, masih terdapat tujuh desa yang belum menyelesaikan proses pembentukan atau persiapan koperasi.
Menurutnya, kendala utama berada pada penyediaan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Untuk Koperasi Merah Putih tinggal tujuh desa.
Permasalahannya hanya pada lahan yang harus disediakan oleh pemerintah, dan itu sudah disosialisasikan,” ucapnya.
Meski sosialisasi telah dilakukan, belum tersedianya lahan bagi tujuh desa tersebut menunjukkan bahwa dukungan pemerintah belum sepenuhnya berujung pada kesiapan pelaksanaan di lapangan.
Kepastian lokasi menjadi faktor penting agar program tidak berhenti pada tahap sosialisasi dan rencana pembentukan.
Karena itu, pemerintah daerah dituntut segera memberikan kejelasan terkait penyediaan lahan, termasuk kepastian lokasi dan waktu penyelesaiannya, sehingga pelaksanaan Koperasi Merah Putih dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, terkait pembangunan infrastruktur, Imron menyampaikan bahwa satu unit jembatan di wilayah Mori Utara telah selesai dilaksanakan dan tidak mengalami kendala.
“Untuk jembatan di sini ada satu di daerah Mori Utara. Pelaksanaannya sudah dilaksanakan dan tidak mengalami kendala,” ungkapnya.
Kunjungan dan silaturahmi tersebut diharapkan menjadi awal terbangunnya kerja sama yang lebih baik dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan di wilayah Koramil 1311-05/Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara.*
Yuda






