Ciamis, Jawa Barat – suaramasyarakat.com // Gebyar Muharam 1448 H Replika Sukamulya ke-39 berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak sebagai wujud pengabdian nyata dalam memaknai 10 Muharam, pada Sabtu, (27-6-2026).
Acara ini berlangsung di Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (JABAR), dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang mewarnai rangkaian kegiatan yang digelar.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan daerah, pengusaha, tokoh masyarakat setempat, dan tamu undangan lainnya yang turut memeriahkan serta mendukung kesuksesan acara. Panitia penyelenggara, H. Abun Bunyamin, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencakup berbagai program sosial seperti pembagian 1.200 paket bantuan, khitanan massal, hingga santunan bagi 142 anak yatim.
H.Abun Bunyamin Selaku Penggagas kegiatan merasa bersyukur dan bahagia melihat antusiasme masyarakat serta dukungan penuh dari para ketua RT.
Menurut beliau seluruh rangkaian kegiatan bertujuan untuk mempererat persatuan warga melalui aksi sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat._”ungkap beliau”. _
H.Abun Bunyamin. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyatukan warga Desa Sukamulya melalui kegiatan sosial.kami ingin membahagiakan masyarakat,” Ujarnya.
Selain pembagian 1.200 paket bantuan, malam harinya juga diselenggarakan santunan bagi 142 anak yatim. Program khitanan massal mendapat sambutan luar biasa. Awalnya, panitia hanya menargetkan sekitar 400 peserta, namun tingginya minat masyarakat membuat kuota peserta penuh.”_ungkap beliau”_
Selain itu, Persiapan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga, para ketua RT, serta dukungan dari berbagai perusahaan dan para donatur yang berasal dari Jakarta, Jabodetabek, hingga berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini tidak memiliki sponsor utama. Seluruh bantuan berasal dari donasi sukarela masyarakat dan para dermawan tanpa adanya perlakuan khusus kepada pihak manapun.
Beliau juga menekankan pentingnya transparansi sumber dana. Mereka hanya menerima donasi yang jelas, halal, dan dapat dipertanggungjawabkan karena kegiatan ini murni ditujukan untuk kepentingan sosial dan kemaslahatan umat.
“Kalau sudah di kampung semuanya sama. Tidak ada yang dibedakan karena besar kecilnya sumbangan. Semua panitia dan masyarakat memiliki kedudukan yang sama,” “_tegas H. Abun Bunyamin”_.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh di Desa Sukamulya dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membangun kebersamaan
melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.”
(ETY)






