Boyolali – Di tengah berbagai sorotan terhadap institusi kepolisian, masih banyak anggota Polri yang menunjukkan bahwa penegakan hukum juga harus dibarengi dengan adab, etika, dan keteladanan. Salah satu potret tersebut ditunjukkan oleh Kapolsek Simo, Boyolali, AKP Agung S.
Pada Rabu, 24 Juni 2026, pimpinan Suara Masyarakat Law Firm mendatangi Polres Boyolali untuk memenuhi undangan dalam agenda restorative justice. Dalam pertemuan itu, perhatian tertuju pada sikap AKP Agung S. yang menyambut tamunya dengan penuh kesantunan.
Saat berjabat tangan, AKP Agung S. tampak menundukkan badan sebagai bentuk penghormatan dan kerendahan hati. Gestur sederhana tersebut memiliki makna yang mendalam. Dalam budaya Indonesia dan tradisi pesantren, sikap menunduk ketika bersalaman mencerminkan nilai tawadhu’ (rendah hati), menghormati sesama, dan menjaga adab, layaknya seorang santri yang dididik untuk memuliakan orang lain tanpa melihat status maupun profesinya.
Sikap tersebut menjadi pelajaran bahwa jabatan dan kewenangan tidak menghalangi seseorang untuk tetap santun dan rendah hati. Justru, adab yang baik adalah fondasi utama seorang pemimpin dalam membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.
Momen ini menjadi pengingat bahwa masih banyak polisi baik yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kesopanan dalam menjalankan tugasnya. Sebab, polisi yang berwibawa bukan hanya mereka yang tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mereka yang mampu menjadi teladan melalui sikap, etika, dan adab yang baik di tengah masyarakat.
Red – Rafi






