SUARAMASYARAKAT.COM///Makassar, 24 April 2026 — Aktivis masyarakat Morowali, Wazir Muhaemin, angkat bicara menanggapi pernyataan pihak perusahaan PT. Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) dan PT. Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) dalam rilis hak jawab kepada sejumlah media terkait pelaksanaan konsultasi publik Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4/2026).
Menurut Wazir, pernyataan yang disampaikan pihak perusahaan dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. Ia menilai proses yang disebut sebagai “konsultasi publik” tersebut tidak berlangsung secara transparan, tidak partisipatif, serta tidak melibatkan masyarakat yang terdampak langsung di wilayah lingkar industri.
“Pernyataan yang disampaikan tidak mencerminkan kenyataan di lapangan. Kami melihat ada pembelokan informasi kepada publik,” ujar Wazir dalam keterangannya.
Ia juga menyoroti perubahan bentuk kegiatan yang awalnya disebut sebagai “ramah tamah”, namun dalam pelaksanaannya berubah menjadi forum konsultasi publik AMDAL tanpa pemberitahuan yang memadai kepada masyarakat terdampak.
Menurutnya, konsultasi publik dalam proses AMDAL seharusnya dilakukan secara terbuka dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat yang berpotensi terdampak langsung oleh kegiatan industri.
“Proses harus dilakukan secara transparan dan dapat diakses. Tidak boleh ada manipulasi informasi dalam tahapan AMDAL. Jika sejak awal proses tidak berjalan jujur, maka akan sulit membangun kepercayaan masyarakat terhadap hasilnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aliansi Masyarakat Lingkar Kawasan Industri PT. BTIIG dan PT. IHIP menyatakan sikap menolak hasil konsultasi publik yang telah dilaksanakan di Makassar. Mereka juga mendesak adanya evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut.
Selain itu, aliansi tersebut menuntut keterlibatan penuh masyarakat lingkar industri dalam setiap tahapan AMDAL ke depan, guna memastikan proses berjalan sesuai prinsip keterbukaan dan keadilan.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Wazir menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026.
“Kami sedang mempersiapkan aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat lingkar kawasan industri,” pungkasnya.




