ACRH UTARA, PNN – Pasca bencana alam banjir pada akhir November 2025 lalu, dalam masa pemulihan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, akrab disapa Ayahwa luncurkan program Normalisasi saluran pengairan untuk persawahan milik masyarakat.
Salah satu lokasi program Normalisasi tersebut di Kecamatan Meurah Mulia pada saluran air Lueng Putroe Ijo digunakan oleh petani Desa atau Gampong Meunye Peut, Cebrek, Drien Puntoeng, Ujong Reuba, dan Meunasah Masjid.
Program tersebut mendapat sambutan baik dan apresiasi dari masyarakat kawasan desa-desa sebagai penerima manfaat untuk pertanian padi.
Keujruen Kecamatan Meurah Mulia, Tgk Munir mengatakan, kegiatan normalisasi tersebut sedang dikerjakan saat ini menggunakan alat berat, “Alhamdulillah berlangsung lancar dan aman, kita berharap tak ada kendala dan hambatan hingga selesai,” ujarnya kepada media, Kamis, 08 April 2026 dilokasi kerja di Meunye Peut.
Sementara itu, salah seorang Tokoh Masyarakat di Desa Meunye Peut, kepada media ini menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga dan apresiasinya kepada Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil dan pihak musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Meurah Mulia atas perhatian dan kepeduliannya terhadap pengairan bagi sawah masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih dan apresiasi kepada pihak pemerintah kabupaten Aceh Utara dan Pak Camat, Pak Danramil, dan Pak Kapolsek Kecamatan Meurah Mulia yang telah memperhatikan kebutuhan kelancaran air untuk kami masyarakat dalam bertani,” ucap ….
Camat Meurah Mulia, Abdurrahman, S. Sos menyampaikan, program normalisasi ini merupakan program luncuran dari kepala daerah dalam rangka pemulihan sarana infrastruktur bagi pertanian demi kebutuhan pengairan menggarap sawah menanam padi.
“Tujuan dari pemerintah daerah Aceh Utara, dalam hal ini Bapak Bupati kita untuk program normalisasi ini adalah agar petani lancar dan terpenuhi kebutuhan pengairan dalam mengolah sawah menanam padi guna meningkatkan ketahanan pangan sesuai program prioritas pemerintah pusat,” jelas Camat Meurah Mulia.
Selain itu, tambah Camat Abdurrahman, S. Sos dengan lancarnya pengairan dan terpenuhinya kebutuhan air masyarakat petani tidak akan mengalami kendala gagal tanam sehingga akan memperoleh hasil panen maksimal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonominya.*
Reporter : M. Yunus, S.H.i
