SUARAMASYARAKAT.COM//PEKALONGAN – Proyek pengaspalan jalan di Desa Pakumbulan, Kabupaten Pekalongan, kini tengah menjadi sorotan tajam dari masyarakat setempat. Warga mengeluhkan kualitas pengerjaan jalan yang dinilai buruk dan tidak sesuai standar, karena kondisi aspal yang baru saja selesai dikerjakan sudah mulai mengelupas dan hancur.
Kondisi di Lapangan
Berdasarkan pantauan dan laporan warga, aspal di beberapa titik terlihat sangat rapuh. Bahkan, dalam sebuah dokumentasi yang beredar, material aspal dapat dengan mudah dibongkar hanya menggunakan tangan kosong. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa jalan tersebut tidak akan bertahan lama, terutama saat memasuki musim penghujan atau dilalui kendaraan berat.
Poin Utama Keluhan Warga:
Kualitas Rendah: Lapisan aspal dinilai terlalu tipis dan kurang padat.
Mudah Ambrol: Material aspal hancur meski hanya diberikan tekanan ringan.
Transparansi Anggaran: Warga mempertanyakan pengawasan proyek dan kesesuaian material dengan anggaran yang dialokasikan.
“Kami berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mengecek langsung ke lokasi. Jangan sampai anggaran desa terbuang sia-sia untuk pembangunan yang kualitasnya asal-asalan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Harapan Masyarakat
Warga meminta Pemerintah Desa Pakumbulan maupun dinas terkait di Kabupaten Pekalongan untuk segera memanggil pihak kontraktor agar dilakukan perbaikan ulang (re-aspal) sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya. Pengawasan ketat diharapkan menjadi prioritas agar infrastruktur desa dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab rendahnya kualitas pengaspalan tersebut.
(Santokajen)

