Warga Pakumbulan Keluhkan Kualitas Proyek Aspal Desa yang Mudah Rusak

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//PEKALONGAN – Proyek pengaspalan jalan di Desa Pakumbulan, Kabupaten Pekalongan, kini tengah menjadi sorotan tajam dari masyarakat setempat. Warga mengeluhkan kualitas pengerjaan jalan yang dinilai buruk dan tidak sesuai standar, karena kondisi aspal yang baru saja selesai dikerjakan sudah mulai mengelupas dan hancur.

 

Kondisi di Lapangan

Berdasarkan pantauan dan laporan warga, aspal di beberapa titik terlihat sangat rapuh. Bahkan, dalam sebuah dokumentasi yang beredar, material aspal dapat dengan mudah dibongkar hanya menggunakan tangan kosong. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa jalan tersebut tidak akan bertahan lama, terutama saat memasuki musim penghujan atau dilalui kendaraan berat.

Baca Juga :  10 Orang Diduga Terlibat, Mengapa Hanya Erik yang Dijadikan Terdakwa? Penanganan Awal Kasus di Batang Disorot

 

Poin Utama Keluhan Warga:

Kualitas Rendah: Lapisan aspal dinilai terlalu tipis dan kurang padat.

Mudah Ambrol: Material aspal hancur meski hanya diberikan tekanan ringan.

Transparansi Anggaran: Warga mempertanyakan pengawasan proyek dan kesesuaian material dengan anggaran yang dialokasikan.

 

“Kami berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mengecek langsung ke lokasi. Jangan sampai anggaran desa terbuang sia-sia untuk pembangunan yang kualitasnya asal-asalan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Amankan Arus Mudik Lebaran 2026, Tim Polda Sulteng Cek Keselamatan Kapal di Pelabuhan Luwuk

 

Harapan Masyarakat

Warga meminta Pemerintah Desa Pakumbulan maupun dinas terkait di Kabupaten Pekalongan untuk segera memanggil pihak kontraktor agar dilakukan perbaikan ulang (re-aspal) sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya. Pengawasan ketat diharapkan menjadi prioritas agar infrastruktur desa dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab rendahnya kualitas pengaspalan tersebut.

(Santokajen)

Berita Terkait

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata
Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk
Pererat Silaturahmi, Wakil Asisten II Setda Kota Palembang Hadiri Halal Bihalal PWNU Bersama Komisaris BSI
Berlangsung Kondusif, Polres Banggai Beri Pelayanan Eksekusi Pengosongan Lahan di Kilongan Permai
Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA
Serahkan SK Pengangkatan PNS, Plt. Bupati Sukirman Minta Junjung Tinggi Loyalitas kepada Pimpinan dan Lembaga
Personel Polsek Madat dan Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Makam
Sarapan Bersama, Cara Sederhana Kapolres Aceh Timur Perkuat Soliditas Internal
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:06 WIB

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk

Selasa, 21 April 2026 - 18:30 WIB

Pererat Silaturahmi, Wakil Asisten II Setda Kota Palembang Hadiri Halal Bihalal PWNU Bersama Komisaris BSI

Selasa, 21 April 2026 - 07:08 WIB

Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA

Selasa, 21 April 2026 - 07:04 WIB

Serahkan SK Pengangkatan PNS, Plt. Bupati Sukirman Minta Junjung Tinggi Loyalitas kepada Pimpinan dan Lembaga

Berita Terbaru