Luwu Timur, Sulsel — suaramasyarakat.com // Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Wotu, Kabupaten Luwu Timur, disebut masih aman dan kondusif.
Namun, di balik klaim tersebut, keterbatasan jumlah personel Bhabinkamtibmas menjadi persoalan yang patut mendapat perhatian, terutama dalam memastikan pengawasan dan pencegahan gangguan kamtibmas menjangkau seluruh desa.
Hal tersebut disampaikan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Wotu saat ditemui media ini, Minggu (13/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, media ini belum dapat bertemu langsung dengan Kapolsek Wotu, AKP Simon Siltu.
Menurut anggota tersebut, kepolisian rutin melaksanakan patroli di sejumlah lokasi yang dikategorikan rawan sebagai langkah menjaga situasi keamanan tetap terkendali.
“Patroli rutin kepolisian sering dilakukan di tempat-tempat yang dikategorikan rawan,” ujarnya.
Selain patroli, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba juga dilakukan melalui peran Bhabinkamtibmas dan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan orang tua, masyarakat, dan pemerintah setempat.
“Apalagi sosialisasi sudah sering kami lakukan. Namun, untuk sempurnanya tentu membutuhkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah,” ucapnya.
Persoalan kemudian muncul pada aspek pengawasan di tingkat desa. Jumlah Bhabinkamtibmas yang belum sebanding dengan luas wilayah dan kebutuhan masyarakat dinilai menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan pembinaan, deteksi dini, serta pencegahan gangguan kamtibmas.
Idealnya, setiap desa memiliki satu personel Bhabinkamtibmas agar kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya mengandalkan patroli, tetapi juga melalui pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Yang sangat disayangkan, jumlah Bhabinkamtibmas di daerah ini belum seimbang. Sebenarnya harus satu desa satu Bhabinkamtibmas. Sudah sering diusulkan, mungkin sudah dari 10 tahun yang lalu, tetapi belum ada respons,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun situasi kamtibmas secara umum masih dinilai kondusif, kebutuhan penambahan personel Bhabinkamtibmas bukan persoalan baru.
Bahkan, usulan yang disebut telah disampaikan berulang kali selama bertahun-tahun belum juga mendapatkan respons yang diharapkan.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi penguatan sistem pengawasan di tingkat desa.
Sebab, keterbatasan personel berpotensi membuat pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan, penyalahgunaan narkoba, dan persoalan sosial lainnya tidak berjalan secara optimal di seluruh wilayah.
Ia berharap situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Wotu terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, damai, dan sejahtera.*
Yuda






