Pasokan BBM SPBU Bunta Disorot, Pengawas Sebut Kuota 8 KL Belum Penuhi Kebutuhan Masyarakat

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banggai, Sulteng – suaramasyarakat.com // Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bunta, Kabupaten Banggai, menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pantauan media ini di lapangan, Jumat (9 Oktober 2026), aktivitas pengisian BBM terlihat ramai.

Saat dikonfirmasi media ini, pengawas SPBU Bunta mengatakan bahwa penyaluran BBM kepada masyarakat selama ini berjalan dengan baik dan tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku bagi kendaraan.

“Penyaluran BBM sesuai dengan SOP untuk kendaraan,” ujarnya kepada media ini.

Namun, ia mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi SPBU Bunta saat ini adalah tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang belum sebanding dengan kuota pasokan yang diberikan.

Baca Juga :  Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan

Menurutnya, alokasi BBM dari Pertamina saat ini hanya sebesar 8 kiloliter (KL) yang harus dibagi untuk dua jenis BBM, yakni Pertalite dan solar.

“Yang diberikan oleh Pertamina hanya 8 KL, itu terbagi dua untuk Pertalite dan solar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan jumlah kuota tersebut, kebutuhan BBM masyarakat dinilai masih sulit terpenuhi, mengingat tingginya permintaan dari para pengguna kendaraan di wilayah Bunta dan sekitarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena ketersediaan BBM merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kegiatan ekonomi.

Baca Juga :  Seven Community Gelar Pentas Seni dan Santunan Anak Yatim Piatu di Malam Tahun Baru.

Karena itu, pihak pengawas SPBU Bunta berharap adanya penambahan kuota pasokan BBM agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Kami berharap kuota yang diberikan bisa ditingkatkan menjadi 16 KL untuk Pertalite dan 16 KL untuk solar,” harapnya.

Harapan tersebut menjadi masukan bagi pihak terkait untuk mengevaluasi kebutuhan BBM di wilayah Bunta, sehingga alokasi pasokan dapat disesuaikan dengan tingkat permintaan masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak Pertamina mengenai kemungkinan penambahan kuota BBM untuk SPBU Bunta.*

Yuda

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Berita Terbaru