SUARAMASYARAKAT.COM///PALEMBANG — Kegiatan halal bihalal masyarakat Minangkabau di Sumatera Selatan kembali digelar sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antarperantau, khususnya di Kota Palembang.
Acara tersebut berlangsung di Graha Cindua Mato BMKM Sumsel, Jalan Minangkabau No. 03 RT 50 RW 11, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, pada Jumat malam.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P atau yang akrab disapa Buya Mahyeldi, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Turut hadir pula Kapolda Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kabid ITE Kombes Pol Teddy, serta Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Panji Cahyanto, S.Hum., M.Sc.
Selain itu, hadir Ketua BMKM Sumatera Selatan Drs. Noprizon, Ketua Gebu Minang Yospen Hendra, S.E., Ketua Bundo Kanduang Hj. Supriyati David, para niniak mamak, serta para pengurus dan anggota dari berbagai organisasi Minangkabau di Sumatera Selatan, termasuk DPD Gebu Minang dan Bundo Kanduang Sumsel.
Tokoh masyarakat Minangkabau Sumatera Selatan, Yuprizal Datuk Rajo Bungsu, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa halal bihalal menjadi momentum penting dalam menjaga dan memperkuat silaturahmi antarperantau Minang.
Menurutnya, keterbatasan waktu untuk saling berkunjung saat Hari Raya Idulfitri menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini secara bersama-sama.
“Jika dilakukan kunjungan dari rumah ke rumah tentu membutuhkan waktu yang panjang. Dengan halal bihalal ini, silaturahmi bisa tetap terjaga dalam satu momentum kebersamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan halal bihalal ini telah dilaksanakan sejak sekitar 30 tahun lalu oleh Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumatera Selatan dan terus berlanjut hingga kini. Bahkan, saat ini kegiatan tersebut semakin besar dengan melibatkan berbagai organisasi masyarakat Minang, seperti Gebu Minang dan Bundo Kanduang.
Sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari pelaku usaha dan masyarakat Minang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi wadah pelestarian seni dan budaya Minangkabau.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah seni bela diri tradisional Silek Harimau Minangkabau yang mencerminkan kekayaan budaya sekaligus identitas masyarakat Minang.
Yuprizal berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Ke depan, kegiatan ini diharapkan semakin baik dan mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif untuk kemajuan Sumatera Selatan, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.



