GEGER! KEPALA DESA DIGREBEK WARGA, GAMBAR ‘TIKUS’ JADI SINDIRAN PEDAS: AMSATU NGAMUK DI PEMALANG!

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//PEMALANG – Suasana di Kantor Desa Sokawati, Kecamatan Ampelgading, mendadak panas membara! Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sokawati Bersatu (AMSATU) tumpah ruah ke jalanan buat melabrak sang Kepala Desa pada Rabu (24/12/2025) pagi. Bukannya bawa kado Natal, warga malah bawa sepanduk sindiran yang bikin merah kuping!

Sindiran Pedas ‘Manusia Kepala Tikus’
Yang paling bikin mata melotot, ada sepanduk bergambar manusia berkepala tikus yang didampingi dua wanita cantik dengan latar belakang rumah mewah tingkat dua. Gambar ini langsung jadi tontonan dan bahan omongan publik karena dianggap nyindir keras gaya hidup dan kinerja pejabat desa yang dianggap nggak beres.

Baca Juga :  Press Release Akhir Tahun 2025, Kapolres Sigi Paparkan Capaian Kinerja dan Penegakan Hukum untuk mewujudkan Polri sebagai Penjaga Kehidupan, Pembangun Peradaban, Pejuang Kemanusiaan.

Kades ‘Main Kucing-Kucingan’, Warga Ancam Aksi Jilid Dua!
Awalnya aksi berjalan tertib dengan orasi lantang di halaman kantor. Tapi pas masuk sesi audiens di aula, warga malah makin dongkol! Salah satu warga mengaku kecewa berat karena jawaban Pak Kades dianggap muter-muter kayak gasing dan terkesan menghindar dari inti persoalan.

Warga menuntut buka-bukaan soal:
Pembangunan Desa: Yang dianggap nggak transparan alias gelap-gelapan.
Pengelolaan BUMDes: Yang diduga minim pelibatan masyarakat.
Keterbukaan Informasi: Warga pengen tahu duit desa larinya ke mana saja.

Baca Juga :  Peringati Hari Buruh Sedunia, Polres Banggai Gelar Jalan Sehat hingga Bakti Sosial

Siap Geruduk Lagi!
Meski aksi bubar sekitar jam satu siang dengan pengawalan ketat Polsek dan Koramil, AMSATU tegaskan perjuangan belum kelar! Kalau Pak Kades masih bungkam dan nggak ada kejelasan soal transparansi anggaran, warga siap gelar aksi jilid dua yang lebih besar lagi. “Pokoknya kalau nggak ada jawaban terbuka, kita bakal balik lagi!” ancam warga dengan nada emosi.
(Santokajen)

Berita Terkait

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Herman Deru Tetapkan Tiga Sungai Prioritas Darurat Rehabilitasi, Modifikasi Cuaca Sumsel Tembus 80 Kali
Kapolda Sumsel Gelar Program Polidik di SMKN 6 Palembang, Ajak Pelajar Tolak Bullying dan Narkoba
Bhabinkamtibmas Polsek Betung Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Desa Taja Raya I
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:18 WIB

SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terbaru