Fraksi NasDem Desak BPMA Berperan Aktif, Redam Meluas Gejolak Warga dengan Medco

- Redaksi

Senin, 10 November 2025 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – SuaraMasyarakat.com // Terkait aksi demontrasi ratusan Warga lingkar tambang BLOK A di pintu gerbang PT Medco E&P Malaka, Selasa (4/11/2025), Ketua DPD Partai Nasdem Aceh Timur, H Tarmizi Daud alias Taprang desak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur untuk fasilitasi dialog antara masyarakat dengan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah tersebut.

Desakan ini muncul karena adanya gejolak dan dinamika di tengah masyarakat ring 1 dan ring 2 terkait penyaluran (bagi-bagi) uang tunai 1 juta per kepala keluarga (KK) kepada 1 (satu) desa, hal tersebut memicu kecemburuan sosial dan friksi di tengah tengah warga desa lingkar tambang lainnya.

Baca Juga :  Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang Gelar Pelatihan Taekwondo untuk Anak-anak

Menurut Taprang, juga sebagai ketua fraksi NASDEM DPRK Aceh Timur, selama 7 tahun berproduksi, warga merasa tim relation perusahaan tidak transparan, dan kurang komunikatif mengenai operasi mereka dan dampaknya terhadap lingkungan dan komunitas lokal.

“Tuntutan “pembagian Royalti minimal 1% dari total hasil produksi migas BLOK A pertahunnya untuk pengembangan masyarakat ring 1, ring 2, akses informasi lowongan kerja, dan CSR, disuarakan oleh ratusan massa dr kec Julok dan Indra Makmu menjadi indikator lemahnya komunikasi pihak perusahaan,” ungkap Taprang

Baca Juga :  Forkopimda Lhokseumawe Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Islamic Center

Peran BPMA dianggap penting karena sebagai regulator yang mengendalikan kegiatan hulu migas di Aceh, BPMA memiliki kebijakan dan wewenang untuk mendorong Kontraktor KKS agar menjalin komunikasi yang baik dengan warga setempat.

Peran Pemkab Aceh Timur juga didesak agar tidak bersikap pasif dan menjadi penonton saja, melainkan berperan aktif sebagai jembatan untuk memfasilitasi dialog tersebut.

Tujuannya adalah untuk mencari solusi bersama dan memastikan kegiatan industri migas dapat berjalan selaras dengan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat lokal.*

Reporter : Jufri Zain

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru