Aceh Tamiang – SuaraMasyarakat.com // Aksi protes tegas Masyarakat Wonosari, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, hentikan sementara segala aktivitas perkebunan kelapa sawit milik PT Wajar Corpora.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat karena tuntutan mereka untuk mengelola lahan perkebunan sawit belum mendapat penyelesaian dari pemerintah, bahkan terkesan diabaikan.
Perwakilan masyarakat, Ramauli Beni, menyatakan bahwa masyarakat telah melaporkan konflik dengan manajemen PT Wajar Corpora kepada Pemerintah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, namun hingga saat ini belum ada solusi yang ditawarkan.
“Masyarakat tidak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga tenaga kami untuk membersihkan kebun tersebut dari semak belukar tidak terhitung nilainya,” kata Ramauli Beni, Minggu (16/11/25).
Sambungnya, “Namun ketika sudah bersih, Pemda Aceh Timur secara sepihak mengalihkan kontrak kepada perusahaan swasta tanpa ada ganti rugi sampai saat ini,” kata Ramauli Beni dalam pernyataan di lokasi aksi protes.
Masyarakat Wonosari menuntut hak mereka untuk mengelola lahan perkebunan sawit yang telah mereka kerjakan. Mereka merasa tidak adil karena Pemda Aceh Timur mengalihkan kontrak lahan kepada PT Wajar Corpora tanpa melibatkan atau memberi kompensasi kepada masyarakat, padahal masyarakat telah bekerja keras mengubah lahan semak belukar menjadi kebun produktif.
“Rasa kecewa ini membuat kami sepakat secara bersama-sama untuk melakukan aksi penghentian sementara aktivitas perkebunan tersebut,” imbuh Beni
“Kami tidak akan membiarkan aktivitas perkebunan berlanjut sampai ada keputusan yang adil dari pemerintah,” tambah Ramauli Beni.
Benny juga menyebutkan bahwa kontrak antara PT Wajar Corpora dengan perusahaan sebelumnya telah berakhir per tanggal 30 Oktober 2025, dan belum ada amendemen atau perpanjangan kontrak yang jelas.
“Maka dari itu, kami menghimbau agar semua pihak untuk sementara tidak melakukan aktivitas apapun di lokasi perusahaan tersebut sampai ada keputusan dari pemerintah,” ungkap Beni
Selanjutnya, “Kami ingin pemerintah mendengarkan aspirasi kami dan memberikan solusi yang adil,” ujar Ramauli Beni.
Masyarakat Wonosari berharap agar Pemerintah Aceh Tamiang dan Aceh Timur segera turun tangan menyelesaikan konflik ini dan memberikan hak kepada masyarakat lokal untuk mengelola lahan perkebunan sawit.
Mereka mengancam akan melakukan aksi lebih lanjut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Sampai berita ini diturunkan, PT Wajar Corpora dan Pemerintah Aceh Timur belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi protes masyarakat Wonosari.
Masyarakat tetap bersiaga di lokasi perkebunan, menuntut kejelasan dan keadilan dalam pengelolaan lahan.”
Reporter : S. Adi P






