Usaha Somel di Parimo Sulteng Tak Lagi Beroperasi, Pengusaha Kayu Sebut Penjualan Sepi

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parimo, Sulteng – suaramasyarakat.com // Tidak beroperasinya sejumlah usaha penggergajian kayu atau somel di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) diduga berkaitan dengan kerugian usaha dan lesunya penjualan kayu.

Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pelaku usaha kayu lokal di wilayah itu.

Hal tersebut terungkap saat media ini menemui dan mendengarkan langsung aspirasi salah seorang pengusaha kayu lokal di Kota Parigi, Rabu (13/9/2026).

Menurut pengusaha tersebut, salah satu faktor yang menyebabkan usaha somel tidak lagi berjalan adalah kerugian yang dialami pelaku usaha. Ia menilai, kondisi pasar yang sepi turut memengaruhi aktivitas pembelian dan penjualan kayu.

Baca Juga :  Calon Keuchik Pulo Ara Geudong Teungoh Sampaikan Visi Misi

“Masalah penjualan, lihat saja di Kota Parigi, memang sepi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelumnya terdapat usaha somel yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, sejumlah usaha itu akhirnya berhenti beroperasi karena mengalami kesulitan dalam mempertahankan kegiatan usahanya.

Ia juga menyinggung aktivitas pertambangan yang dinilainya turut memengaruhi peralihan kegiatan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, ia menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Parigi Moutong masih menjadi persoalan yang cukup dominan dan kerap terjadi.

Meski demikian, menurutnya, kondisi karhutla tersebut tidak secara langsung memengaruhi keberlangsungan usaha kayu lokal yang masih beroperasi.

Baca Juga :  Meningkatkan Ketertiban Jalan Raya Dit Samapta Polda Gorontalo Optimalisasi Pengaturan Lalu Lintas

“Pengaruh ke kayu tidak ada. Semuanya pengusaha kayu lokal berjalan baik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas pengelolaan kayu di wilayah tersebut banyak bersumber dari hutan rakyat yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlangsungan usaha kayu lokal tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi pasar dan kemampuan pelaku usaha mempertahankan kegiatan ekonominya.

Karena itu, kondisi usaha somel yang tidak lagi beroperasi perlu dilihat lebih jauh melalui data jumlah usaha yang masih aktif, penyebab penutupan, serta perkembangan pemasaran kayu lokal di Kabupaten Parigi Moutong.*

Yuda

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Berita Terbaru