SUARAMASYARAKAT.COM///Morowali – Kondisi infrastruktur pengairan di Kabupaten Morowali kembali menjadi perhatian. Meski dikenal memiliki akses jalan panjang dengan sejumlah ruas hotmix, sejumlah fasilitas irigasi justru membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Morowali, staf teknis pengairan, Alkaf Rasak ST, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat beberapa titik irigasi yang menjadi fokus, di antaranya bendungan irigasi Karopa serta bendungan irigasi yang mengalami kerusakan hingga runtuh.
“Untuk bendungan irigasi memang ada anggaran pemeliharaan yang sudah disiapkan,” ujar Alkaf saat ditemui di lokasi.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini proyek pengairan yang berada di bawah PUPR untuk tahun anggaran 2026 belum berjalan. Meski begitu, sejumlah usulan kegiatan telah diajukan dan tinggal menunggu realisasi.
“Untuk proyek PUPR bidang pengairan memang belum berjalan di 2026, tapi usulan sudah masuk,” tambahnya.
Selain itu, rencana pekerjaan lain seperti pembangunan drainase, tanggul, serta normalisasi sungai juga telah masuk dalam agenda. Kegiatan tersebut diperkirakan mulai berjalan pada bulan Mei mendatang.
Menurutnya, koordinasi lebih lanjut masih akan dilakukan dengan Kepala Bidang (Kabid) Pengairan yang saat ini sedang berada di luar daerah.
Situasi ini menimbulkan harapan sekaligus pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait percepatan penanganan infrastruktur pengairan yang dinilai penting untuk mendukung sektor pertanian dan mencegah potensi banjir di wilayah tersebut.
Warga pun berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan program yang telah direncanakan agar manfaatnya bisa segera dirasakan.

