Siang Bolong di Kendal, Oknum Debt Collector Diduga Bertindak Layaknya Begal

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batang – suaramasyarakat.com//Aksi yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector kembali meresahkan masyarakat. Seorang warga Kabupaten Batang berinisial AG mengaku menjadi korban perampasan mobil secara paksa oleh sekitar 10 orang di wilayah Pegandon, Kabupaten Kendal. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 11.00 WIB dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban.

Menurut penuturan AG, rombongan tersebut secara tiba-tiba menghentikan kendaraan yang dikemudikannya, lalu memaksa masuk ke dalam mobil, melakukan intimidasi, dan menguasai kendaraan tanpa menunjukkan surat tugas, putusan pengadilan, maupun berita acara serah terima kendaraan sebagaimana prosedur hukum yang berlaku.

Mobil milik korban berupa Honda Brio Satya dengan nomor polisi B 1493 PRD dan STNK asli bernomor H 8956 QZ langsung dibawa kabur oleh rombongan tersebut. Korban tidak diberikan kesempatan untuk memahami alasan hukum penarikan kendaraan.

Baca Juga :  Pemdes Tanjungpura Didi Rohadi Laksanakan Dana Desa ,Proyek Betonisasi Tanpa Papan Proyek, Warga Menyuarakan Kecurigaan Diduga Dikorupsi

Lebih jauh, saat AG berusaha menghubungi pihak keluarga, salah satu dari rombongan tersebut diduga merampas telepon genggam korban, sehingga ia tidak dapat meminta pertolongan. Tindakan ini dinilai semakin memperkuat dugaan adanya perampasan disertai intimidasi.

“Kalau memang ada tunggakan, seharusnya diselesaikan secara prosedural. Tapi ini kasar, mengancam, masuk ke mobil, dan mengambil paksa kendaraan. Perlakuannya seperti bukan warga sipil, tapi seolah-olah aparat,” ujar AG.

Korban mengaku mengetahui adanya keterlambatan pembayaran karena kendaraan tersebut bukan atas namanya, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak membenarkan tindakan kekerasan dan perampasan. Alih-alih aman dari kejaran kolektor, AG justru menjadi korban dugaan tindak pidana di jalan umum.

Baca Juga :  Aksi Cepat Tim SAR Brimob 'Madago Respon' Evakuasi Pohon Tumbang di Jl. Samratulangi, Dansat: Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Akibat kejadian tersebut, AG mengalami trauma psikologis dan menyatakan akan melaporkan secara resmi tindakan para oknum tersebut ke pihak kepolisian. Ia berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas agar praktik penarikan kendaraan secara arogan dan melawan hukum tidak terus terulang.

Kasus ini kembali membuka mata publik bahwa praktik debt collector di lapangan masih kerap bertindak di luar batas hukum, merampas hak warga, dan menciptakan rasa takut di ruang publik.

 

 Red -anggara

 

Berita Terkait

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata
Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk
Pererat Silaturahmi, Wakil Asisten II Setda Kota Palembang Hadiri Halal Bihalal PWNU Bersama Komisaris BSI
Berlangsung Kondusif, Polres Banggai Beri Pelayanan Eksekusi Pengosongan Lahan di Kilongan Permai
Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA
Serahkan SK Pengangkatan PNS, Plt. Bupati Sukirman Minta Junjung Tinggi Loyalitas kepada Pimpinan dan Lembaga
Personel Polsek Madat dan Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Makam
Sarapan Bersama, Cara Sederhana Kapolres Aceh Timur Perkuat Soliditas Internal
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:06 WIB

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk

Selasa, 21 April 2026 - 18:30 WIB

Pererat Silaturahmi, Wakil Asisten II Setda Kota Palembang Hadiri Halal Bihalal PWNU Bersama Komisaris BSI

Selasa, 21 April 2026 - 07:08 WIB

Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA

Selasa, 21 April 2026 - 07:04 WIB

Serahkan SK Pengangkatan PNS, Plt. Bupati Sukirman Minta Junjung Tinggi Loyalitas kepada Pimpinan dan Lembaga

Berita Terbaru