Diduga Praktik Prostitusi di Kos-Kosan KFM Kajen Meresahkan Warga

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//Kajen — Warga menyoroti aktivitas mencurigakan di sebuah kos-kosan di kawasan KFM Kajen yang diduga disewakan secara “per jam”. Tempat tersebut disebut-sebut dimanfaatkan untuk praktik prostitusi, bahkan diduga melibatkan remaja di bawah umur. Dugaan ini memicu keresahan masyarakat karena aktivitas keluar-masuk penghuni dan tamu dinilai tidak wajar, terutama pada malam hari.

 

Menurut keterangan warga sekitar, mobilitas penghuni dan pengunjung di kos-kosan tersebut terpantau cukup tinggi. Sejumlah tamu diketahui datang hanya dalam hitungan jam sebelum kembali pergi.

 

Pola tersebut menimbulkan kecurigaan adanya aktivitas yang melanggar norma sosial dan berpotensi melanggar hukum.

Warga mengkhawatirkan dampak sosial yang ditimbulkan, terutama jika benar terdapat keterlibatan remaja.

 

Selain mengganggu kenyamanan lingkungan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyeret anak-anak dan remaja pada perilaku berisiko serta membuka peluang terjadinya eksploitasi.

Baca Juga :  Respons Cepat! Polsek Kajen Olah TKP Tewasnya Bocah 2 Tahun yang Tenggelam di Sungai Pekalongan

 

Sejumlah orang tua mengaku cemas karena lokasi kos berada tidak jauh dari permukiman warga dan fasilitas publik. Mereka menilai, apabila dugaan tersebut benar, praktik tersebut dapat memberi contoh buruk bagi generasi muda dan memicu kerawanan sosial lain, seperti tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, hingga perdagangan orang.

 

Pemerhati perlindungan anak mengingatkan bahwa keterlibatan remaja dalam praktik prostitusi termasuk dalam kategori eksploitasi seksual komersial anak, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

 

Aparat penegak hukum diminta melakukan penyelidikan secara cermat dan profesional tanpa menghakimi, serta memastikan tidak ada unsur kekerasan, paksaan, maupun perdagangan orang.

Warga juga menuntut peran aktif Satpol PP, dinas perizinan, serta dinas perlindungan anak, mengingat seringnya terlihat anak usia SMA mendatangi kos-kosan tersebut.

Baca Juga :  POLDA KEPRI SIAGA PERSONEL DAN KIRIM BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAM SUMATERA

 

Mereka mendorong pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola kos untuk:

melakukan penertiban administrasi dan perizinan kos-kosan,

memperjelas aturan tamu serta batasan jam kunjung,

meningkatkan patroli dan pengawasan lingkungan,

serta melakukan pembinaan bersama tokoh masyarakat.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kos maupun aparat penegak hukum setempat. Warga berharap penanganan dilakukan secara cepat, transparan, dan profesional, dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pihak-pihak yang rentan, khususnya remaja.

 

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri serta segera melaporkan temuan atau bukti yang relevan kepada pihak berwenang. Pendekatan kolaboratif antara warga, pemerintah, dan aparat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak serta remaja.

(Tim liputan)

Berita Terkait

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata
Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk
Pererat Silaturahmi, Wakil Asisten II Setda Kota Palembang Hadiri Halal Bihalal PWNU Bersama Komisaris BSI
Berlangsung Kondusif, Polres Banggai Beri Pelayanan Eksekusi Pengosongan Lahan di Kilongan Permai
Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA
Serahkan SK Pengangkatan PNS, Plt. Bupati Sukirman Minta Junjung Tinggi Loyalitas kepada Pimpinan dan Lembaga
Personel Polsek Madat dan Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Makam
Sarapan Bersama, Cara Sederhana Kapolres Aceh Timur Perkuat Soliditas Internal
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:06 WIB

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur Pengairan Morowali Disorot, Proyek 2026 Belum Jalan Meski Usulan Sudah Masuk

Selasa, 21 April 2026 - 18:30 WIB

Pererat Silaturahmi, Wakil Asisten II Setda Kota Palembang Hadiri Halal Bihalal PWNU Bersama Komisaris BSI

Selasa, 21 April 2026 - 07:08 WIB

Wabup Morut terima aliansi petani Petasia Timur yang mendesak penyelesaian konflik lahan sawit di areal PT ANA

Selasa, 21 April 2026 - 07:04 WIB

Serahkan SK Pengangkatan PNS, Plt. Bupati Sukirman Minta Junjung Tinggi Loyalitas kepada Pimpinan dan Lembaga

Berita Terbaru