Lutfi Sm: Puluhan Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Desa Padangjaya Cilacap

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//Cilacap 11 Des 2025:Puluhan rumah warga Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Kepala Desa Padangjaya, Agus Suyanto mengatakan, sebanyak 39 rumah warga terdampak akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Akibat kejadian tersebut, 39 keluarga yang semula mendiami rumah mereka, saat ini mengungsi ke tempat yang aman.

Menurut keterangan Kades, hingga saat ini warga yang mengungsi masih enggan untuk kembali ke rumah mereka, dan memilih untuk mengungsi sementara. Hal ini mengingat kondisi tanah yang masih labil. Terlebih saat hujan turun.

Baca Juga :  Motor Dipinjam Berkedok Urusan Polisi, Warga Warungasem Diduga Jadi Korban Penggelapan

“Tanah kadang masih bergerak. Kalau hujan turun, pergerakan itu makin terasa. Jadi warga memilih tetap mengungsi,” ungkap Agus, Rabu (10/12/2025).

“Ada yang di luar dusun, dan ada juga yang di luar Kecamatan. Kalau sebagian besar di tempat saudara yang berada di lokasi aman,” imbuhnya.

Sementara upaya yang dilakukan Pemdes Padangjaya pasca kejadian untuk warga terdampak, selain memberikan bantuan, juga mengusulkan relokasi berupa hunian sementara (huntara) untuk 39 keluarga terdampak kepada pemerintah daerah melalui instansi terkait.

“Yang utama itu huntara. Minimal 39 rumah itu segera dapat tempat aman,” kata Kades Agus.

Baca Juga :  Puncak HBP ke-62 di Palembang Berlangsung Khidmat, Tekankan Pembinaan Humanis Warga Binaan

Adapun untuk lokasi huntara sendiri, Agus menyampaikan bahwa pemerintah desa telah mengusulkan area lapangan desa sebagai opsi utama.

“Kalau memungkinkan ya di lapangan, tapi harus dicek dulu apakah aman. Lapangan pun sebenarnya cukup riskan ya karena lokasinya berada di area terdampak,” ujarnya.

Sebagai alternatif lain, area pemakaman dipertimbangkan sebagai lokasi huntara. Kendati demikian, opsi tersebut dinilai tidak ideal untuk jangka panjang.

“Kalau hanya sementara masih aman, dan saat ini kami masih menunggu keputusan dari Pemkab Cilacap terkait usulan kami, mudah-mudahan segera direalisasi,” pungkas Agus.(Lutfi)

Berita Terkait

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda dan Pelantikan DPD KPPI Sumsel, Hj. Zaitun Ajak Perempuan Perkuat Peran di Dunia Politik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru